Smile Train Indonesia SmileTrain.org

Solusi

Kisah Pasien

Junivera

Junivera atau biasa dipanggil Vera, berusia 1 tahun, tinggal di sebuah rumah kecil yang sederhana dan sangat terpencil di sebuah area pedesaan di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Ayahnya tidak mempunyai pekerjaan tetap hanya sebagai buruh harian begitu pula halnya dengan Ibunya, hal yang menyedihkan melihat keluarga ini adalah ada 3 anak dari keluarga ini yang menderita celah bibir dan langit langit. Dan Junivera adalah anak ke 3 yang menderita celah bibir dan langit-langit.

Setelah Smile Train mengunjungi keluarga ini, kakeknya berkata "Kami beruntung karena Smile Train telah membantu tiga anak dan ketiganya adalah cucu saya, Terima kasih Smile Train."

Vera sebelum operasi
Vera setelah operasi

Gloria Sandan

Gloria Sandan, biasa dipanggil Gloria, usia 2 tahun tinggal di sebuah desa kecil bernama Tondon, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Gloria berasal dari keluarga besar dia mempunyai 4 saudara laki-laki dan 4 saudari perempuan dan Gloria adalah anak bungsu dari 9 sembilan bersaudara. Ayahnya bernama Benyamin Sandan yang berprofesi sebagai petani biasa dan terkadang bekerja sebagai buruh harian menjaga dan memelihara kerbau kepunyaan orang lain, dan istrinya adalah Ibu rumah tangga.

Melihat kondisi keluarga ini sangatlah sulit dan suatu hal mustahil bagi Gloria untuk dapat dioperasi, beruntung bagi mereka ketika keluarga ini bertemu dengan Natsir seorang sukarelawan yang banyak membantu menyampaikan informasi Smile Train program bantuan operasi gratis celah bibir dan langit-langit sehingga kesulitan serta masalah keluarga ini terselesaikan, kedua orang tua Gloria menyampaikan "Terima kasih Smile Train atas keAJAIBAN ini."

Gloria sebelum operasi
Gloria setelah operasi

Ivana Christable

Ivana adalah bayi berusia 7 bulan, mereka tinggal di Rantepao, Ibu Kota Toraja Utara, ibunya masih berusia sangat muda dan saat ini masih melanjutkan sekolah disebuah universitas di Kota Rantepao, Ivana dirawat oleh Bibinya dan Kakeknya.

Ada kisah sedih dari Ivana ketika dia lahir dengan kondisi celah bibir dan langit –langit Ayah Ivana tidak mau menerima kenyataan anaknya terlahir dengan celah bibir dan langit-langit sehingga dia meninggalkan istrinya bersama Ivana.

Dengan bantuan program Smile Train kini Ivana dapat tersenyum seperti anak-anak lainnya, dan mereka sangat bahagia melihat senyum Ivana serta terucap "Terima Kasih Smile Train atas Senyum Indah dan Kehidupan Baru Ivana"

Ivana sebelum operasi
Ivana setelah operasi

Shalma Maeda

Shalma berusia 3 tahun, keluarga ini tinggal disuatu rumah kecil dan sederhana di desa Battang, Palopo, letaknya jauh dari kota. Shalma mempunyai satu saudara laki-laki, Ayahnya adalah buruh bangunan dengan upah harian dan Ibunya terkadang membantu tetangga yang membutuhkan bantuan di ladang.

Awalnya keluarga ini sempat merasa putus asa dengan kondisi Shalma, namun setelah Smile Train datang membantu Shalma dengan operasi gratis , kini Shalma dapat tersenyum cantik, keluarga ini mengucapkan "Terima kasih Smile Train kalian LUAR BIASA."

Shalma sebelum operasi
Shalma setelah operasi

Follow Natsir, as he travels throughout the island of Sulawesi searching for cleft patients.

Smile Train works only with local doctors and hospitals in Indonesia, helping them treat children in their own communities. Read more >