Berkah dari Allah dan Pemilik Rumah

Smile Train

Saat mereka memutuskan untuk mulai membina keluarga, Ahmad dan Darmawi pindah dari suatu daerah terpencil di Indonesia ke kota dengan harapan bisa memberikan lebih banyak kesempatan kepada anak-anak mereka. Keluarga itu tinggal di sebuah kamar sewaan di dalam rumah pemilik pondokan mereka saat Ikhsan, anak kedua mereka, terlahir dengan bibir dan langit-langit mulut sumbing. Mereka tidak mengerti apa arti dari keadaannya tetapi percaya bahwa itu merupakan berkah dari Allah.

Smile Train Indonesia patient Ikhsan

Sumbing yang diderita Ikhsan menyebabkan ia sulit disusui hingga Darmawi mendapatkan botol khusus untuk memberinya makan. Meskipun menjalani masa sulit, pasangan tersebut senantiasa mendapat dukungan dari masyarakat dan keluarga mereka, terutama dari pemilik rumah yang mengetahui bahwa ada organisasi yang bisa membantu. Ia mengenalkan mereka dengan seorang pekerja sosial Smile Train setempat, yang langsung menjadwalkan operasi untuk Ikhsan.

Smile Train Indonesia patient Ikhsan

Ketika keluarganya melihat senyuman baru putra mereka untuk pertama kali, mereka bernapas lega dan berterima kasih kepada Allah atas tambahan berkah itu. Kembali ke kamar mereka di rumah tersebut, sang pemilik rumah mengundang seluruh masyarakat untuk merayakan perubahan diri Ikhsan.

Dapatkan Info Terbaru Smile Train

Anda mungkin akan menyukai…

Patient

Pengalaman pertama Yatna dan Mawar dengan sumbing dialami ketika melihat putri mereka,...

Patient

Haris dan Nunung terkejut ketika Rinda putri mereka terlahir dengan bibir sumbing.

Patient

Suatu hari, seorang penjahit muda bernama Umar membuka toko bertetanggaan dengan seorang...