Menyembuhkan Senyuman Seorang Putri dan Hati Seorang Ibu

Smile Train

Pada usia kandungan enam bulan, Emaiti mengetahui bahwa anak keduanya akan lahir dengan bibir sumbing. Dia terbangun setiap malam selama tiga bulan setelahnya dan menyiksa dirinya dengan bertanya-tanya: Apakah dia lakukan sesuatu sehingga bayinya berbibir sumbing? Bagaimana dia akan merawat bayi ini? Apakah bayinya akan bisa bersekolah, menikah, atau bekerja?

Bayinya baru saja berusia satu menit saat seorang suster menenangkan pikiran Emaiti dengan fakta-fakta mengenai bibir sumbing: Bibir sumbing tidak pernah disebabkan oleh kesalahan ibunya, dan sebuah organisasi bernama Smile Train akan menutupi biaya operasi bibir sumbing untuk bayinya di Rumah Sakit Malahayati di pulau mereka di Indonesia.

Seketika itu juga, Emaiti merasa beban yang telah menghantuinya selama tiga bulan itu sirna. Sekarang ia merasa bebas untuk mensyukuri Zawata, kehidupan baru yang begitu berharga dan indah yang dititipkan kepada dirinya dan sang suami, Herman.

Emaiti with the spoon and bottle she fed Zawata with for three months

Merasa yakin bahwa bayi mereka akan sembuh, Emaiti dan Herman dapat menghadapi tantangan mereka yang berikutnya dengan lebih mantap. Proses operasi pada bayi sehat yang berusia kurang dari tiga bulan pun merupakan hal yang beresiko, apalagi untuk Zawata tidak dalam kondisi sehat. Bibir sumbingnya membuat Zawata kesulitan diberi asupan sehingga beresiko kekurangan berat badan untuk menjalani operasi pada usia paling muda yang dimungkinkan. Sehingga Emaiti pun dengan tekun dan kesabaran yang tiada batas, menyusui bayinya setiap beberapa jam sekali dengan botol dan sendok. Tiga bulan kemudian, Zawata dinyatakan mampu untuk menjalani operasi bibir sumbing gratis yang disponsori oleh Smile Train, dan bersamaan dengan berita ini air mata kebahagiaan pun akhirnya mengalir.

Emaiti merasa sangat gelisah saat Zawata menjalani proses operasinya, bahkan dirinya sampai pingsan di ruang tunggu. Akan tetapi saat Herman membawa Zawata ke pangkuannya setelah itu, “Saya sangat lega karena bisa melihat perbedaanya!”

Zawata with mother after free cleft treatment in Indonesia

Meskipun demikian, perjalanan Zawata masih jauh dari selesai. Menyembuhkan bibir sumbing seringkali bukanlah proses yang sekali dilakukan kemudian selesai; proses ini dapat membutuhkan banyak operasi dan pengobatan lainnya selama bertahun-tahun, dan sangatlah jelas bagi para dokter di Malahayati bahwa Zawata akan terus kesulitan untuk makan, berbicara, dan bernapas tanpa perawatan lanjutan. Di sinilah model kerja Smile Train yang sifatnya berkelanjutan dan memiliki basis kuat di komunitas lokal menunjukkan kemilaunya. Bila kegiatan amal operasi bibir sumbing biasanya berbentuk perjalanan misi ke komunitas kemudian pergi meninggalkan komunitas tersebut dalam satu atau dua minggu setelah menyelesaikan beberapa operasi, dengan melatih dan membekali tenaga kesehatan lokal dengan perawatan bibir sumbing, Smile Train membuka jalan untuk perawatan jangka panjang yang dirancang khusus yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak seperti Zawata, sesuai dengan tahap-tahap yang direkomendasikan oleh para dokternya.

Dengan model perawatan kami ini, Zawata akan dapat menjalankan tiga operasi bibir sumbing lainnya yang disponsori oleh Smile Train dalam kurun dua tahun ke depan. Menjalani operasi tentunya bukanlah hal yang mudah, tetapi Zawata – dan Emaiti – menghadapinya seperti seorang profesional.

Zawata with mother after free cleft treatment in Indonesia

Senyuman Zawata saat ini adalah cahaya dalam kehidupan Emaiti, dan ia selalu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk meneruskan kebaikan yang ditunjukkan oleh sang perawat pada hari kelahiran Zawata.

Sebagai seorang guru, Emaiti selalu memperhatikan keluarga di sekolahnya yang membutuhkan bantuan perawatan bibir sumbing dan mengarahkan mereka ke Smile Train. Ia telah menyelamatkan satu jiwa dengan cara tersebut.

Zawata with family after free cleft lip palate surgery in Indonesia

Emaiti dan Herman saat ini memiliki harapan yang tinggi untuk masa depan putri mereka. Sebagaimana dikatakan oleh Herman, “Saya yakin Zawata akan memiliki lebih banyak kesempatan dalam hidupnya ketimbang yang pernah saya miliki.”

Dapatkan Info Terbaru Smile Train

Anda mungkin akan menyukai…

Patient

Pada bulan Juni 2021, Smile Train Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik...

Patient

Saat anak ketiga Malianto dan Kisjayanti, Karina, lahir dengan bibir sumbing, pikiran...

Patient

Mustika merasa ada sesuatu yang salah sepanjang kehamilannya. Ia tidak dapat mengetahui...