Senyum Muncul dari Ketiganya

Smile Train

Siti Khotimah jelas terguncang ketika ia mengetahui bahwa anak pertamanya, Levi, terlahir sumbing karena ia sangat menyadari banyaknya tantangan yang dihadapi suaminya saat anak-anak akibat sumbing yang dideritanya. Siti mengenang, "Saya sedih dan cemas, tetapi saya memiliki keyakinan bahwa kami akan menemukan cara agar Levi bisa dioperasi sumbing dan menjadikan hidupnya bahagia."

Smile Train Indonesia

Keyakinan Siti berbuah manis ketika seorang tetangga merujuk keluarganya ke rumah sakit setempat yang menjadi mitra Smile Train, YPPCBL. Orang tuanya lega karena Levi bisa menjalani operasi sumbing yang disponsori Smile Train, dan 100%-f gratis, ketika ia baru berusia empat bulan.

Indonesia cleft lip

Di kemudian hari Siti tak mampu berkata-kata ketika anaknya yang kedua dan ketiga (Wanqsa dan Nazwa) juga terlahir sumbing. Siti berkata bahwa rumor berkembang seiring dengan setiap kelahiran anaknya yang menderita sumbing, dan keluarganya menjadi semakin terisolasi. "Siksaan tersebut tak tertahankan. Semua orang beranggapan bahwa saya tentu telah melakukan sesuatu yang sangat buruk — bahkan ibu mertua saya menuduh bahwa saya dikutuk. Anda mungkin mengira bahwa ia lebih pengertian karena putranya sendiri terlahir sumbing."

Cleft Speech Therapy

Siti semakin merasa kesepian ketika ia mengetahui bahwa suaminya telah menikahi wanita lain tanpa memberitahunya. Hatinya hancur lebur. Ketika Siti mempermasalahkan hal itu dengan suaminya, sang suami meninggalkan keluarganya. Selama masa itu Siti harus tinggal bersama orang tuanya dan bekerja di sebuah toko aksesori ponsel, dengan penghasilan hanya sekitar $150 (setara dua juta rupiah) per bulan untuk menyokong kebutuhan hidup anak-anaknya.

Cleft Speech Therapy

Terlepas dari pergolakan keluarga dan masalah keuangan yang dialami, Wanqsa dan Nazwa bisa menjalani operasi sumbing gratis yang disponsori Smile Train di YPPCBL, sebagaimana kakak mereka. Ketiga anak itu sekarang berprestasi di sekolah mereka dan terdaftar dalam program terapi wicara yang disponsori Smile Train di YPPCBL. Kata Siti, "Keluarga kami mungkin memiliki pergumulannya sendiri, namun Smile Train dan YPPCBL sudah memberi kami semua kesempatan untuk menjalani kehidupan yang bahagia."

Dapatkan Info Terbaru Smile Train

Anda mungkin akan menyukai…

Patient

Rahmad dibully setiap hari saat datang dan pulang sekolah. Seperti banyak orang sumbing...

Patient

Pada bulan Juni 2021, Smile Train Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik...

Patient

Saat anak ketiga Malianto dan Kisjayanti, Karina, lahir dengan bibir sumbing, pikiran...